Tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama
Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang dan Pangkalan Angkatan Laut
(Lanal) Batam berhasil menangkap tiga kapal yang mengangkut barang
ilegal di Sungai Lekop Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (21/3/2018)
sore. Tiga kapal berbendera Indonesia yang diamankan tersebut yaitu KM
Eka Wijaya, KM Doa Ibu, dan KM 1 Putra 2 Putri. “Ketiga kapal ini
diamankan tim gabungan WFQR IV yang menggunakan Patkamla Sea Rider 1
saat berada pada posisi 01.1’10.5204 N–103.568.0376 E di sekitar Sungai
Lekop Sagulung,” kata Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut
(Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno,
Kamis (22/3/2018). Eko, sapaan akrabnya, mengatakan, selain mengangkut
barang-barang ilegal, ketiga kapal itu juga diduga melakukan pelanggaran
pelayaran. Baca juga: Polisi Tembak Kapal Pengangkut Tiga Ton Batu
Cinnabar di Pulau Seram ” Penangkapan tersebut merupakan salah satu
target operasi tim WFQR IV yang berawal dari adanya informasi intelijen
tentang dugaan adanya kapal yang memuat barang-barang ilegal dari Batam
dan dibawa keluar tanpa dilengkapi dokumen,” ungkap Eko.
Pokernusa.com Agen Togel Online Yang Memberikan Cashback Terbesar
Adapun barang-barang yang diangkut ketiga kapal tersebut yakni
elektronik, pakaian, perlengkapan olahraga (busur), barang-barang bekas,
dan guci. Kapal itu juga berlayar tanpa dilengkapi dokumen yang sesuai,
antara lain SPB tidak berlaku atau mati, tidak memiliki surat manifes
muatan dan surat sandar atau muat barang di pelabuhan yang diizinkan,
serta surat clearance tujuan ketiga kapal tersebut tidak sesuai dengan
kondisi riil di lapangan. “Saat ini tim gabungan WFQR IV masih melakukan
pemeriksaan, ditakutkan ada barang-barang lain yang membahayakan yang
dibawa ketiga kapal tersebut,” ucap Eko. Ke depan, Eko mengatakan, tim
gabungan WFQR IV akan terus berpatroli dan menindak segala bentuk
kegiatan ilegal, terutama di wilayah kerja Lantamal IV, sebagai upaya
untuk meminimalisasi masuknya barang-barang ilegal ke wilayah Kepulauan
Riau.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar