"PDI Perjuangan dan Nasdem dikenal sebagai pioner di dalam memberikan dukungan ke Pak Jokowi. Kami terus bekerja sama untuk mengawal Pak Jokowi hingga tahun 2024 dengan cara memenangkan Pemilu Presiden tahun 2019," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (3/4/2018).
Dalam pertemuan itu, Ketua umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan dirinya punya sejarah yang panjang dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia mengatakan lewat dukungan kepada Jokowi, dirinya dan Mega ingin memperkuat hadirnya sistem presidensial yang efektif.
Selain Hasto dan Paloh, pertemuan itu juga dihadiri oleh Sekjen NasDem Johnny G Plate, Hayono Isman, Victor Laiskodat, Nining Indra Saleh. Sementara dari PDIP hadir Utut Adianto, Erico Sotarduga, Andreas Hugo Pareira, Nusyirwan dan Arif Wibowo.
Kedua partai juga sepakat untuk memperkuat pemerintahan saat ini. NasDem dan PDIP juga menyusun agenda bersama untuk memperkuat pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Daftar dan Dapatkan Bonus Harian di Pokernusa.me Selaku Bandar Poker Online Terbaik
Nama calon wakil presiden (cawapres) untuk Joko Widodo (Jokowi) disebut sudah ada. Partai NasDem dan PDIP sebagai 2 partai politik pengusung Jokowi yakin nama cawapres itu sesuai dengan harapan.
"NasDem dan PDIP sepakat, karena kita membutuhkan dwi tunggal yang kuat, PDIP dan NasDem menyerahkan sepenuhnya pada capres kami dalam hal ini pak Joko Widodo untuk memilih cawapresnya," ujar Sekjen NasDem Johnny G Plate di Kantor DPP Partai NasDem, Jl. RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018). Johnny mengatakan sudah menyerahkan kepada Jokowi untuk memilih sendiri cawapres yang akan mendampinginya. Ia juga meyakini Jokowi telah mengantongi nama tersebut.
"NasDem dan PDIP sepakat, karena kita membutuhkan dwi tunggal yang kuat, PDIP dan NasDem menyerahkan sepenuhnya pada capres kami dalam hal ini pak Joko Widodo untuk memilih cawapresnya," ujar Sekjen NasDem Johnny G Plate di Kantor DPP Partai NasDem, Jl. RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018). Johnny mengatakan sudah menyerahkan kepada Jokowi untuk memilih sendiri cawapres yang akan mendampinginya. Ia juga meyakini Jokowi telah mengantongi nama tersebut.
Menurutnya terdapat syarat bagi cawapres yang akan mendampingi Jokowi. Syarat tersebut yaitu memiliki elektabilitas yang bagus dan membangun pemerintahan yang efektif.
"Dua syarat, pasangan itu pasti dengan elektoral dan elektabilitas yang bagus, yang kedua pasangan itu nanti harus membangun pemerintahan efektif itu saja tambahannya," tutur Jhonny.
Sama halnya dengan Agen Poker Online Jhonny, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan saat ini Jokowi sudah mencatat nama-nama cawapres. Nantinya nama-nama tersebut juga akan dibicarakan pada ketua umum partai yang pendukung.
"Pak Jokowi beliau sebagai pemimpin tentu saja sudah mencatat dan mengantongi nama-nama tersebut, dan nanti tentu saja karena kepemimpinan Jokowi Adalah kepemimpinan yang berdialog tentu saja akan bersama-sama dengan seluruh ketua umum partai yang mendukung beliau karena ini adalah pemerintahan yang bersama-sama," tutur Hasto.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar